Informasi tentang Nama orang Bali

Dahulu ketika Bali baru melejit sebagai tujuan objek wisata dunia, banyak sekali wisatawan yang menanyakan “mengapa banyak ada orang yang bernama Made,Wayan, atau Ketut di Bali…? “, yahhh… mungkin saat ini mereka sudah tahu jawabanya. Semua berawal dari sistem kasta (catur warna) yang merupakan warisan dari para leluhur orang Bali. Walaupun saat ini sistem itu tidak berpengaruh banyak pada kehidupan sosial masyarakat, namun setidaknya  hal itu masih diberlakukan turun temurun oleh masyarakat Bali.

Jika kita telusuri awal atau riwayat dari pada Kasta, kita harus berbalik jauh kebelakang. Berawal dari kata Casta dalam bahasa Portugis yang berarti kelas, ras keturunan, golongan. Tatanan itu kemudian berkembang di Eropa terutama di Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol, dan Portugis. Sosialisasi casta di Eropa tumbuh subur karena didukung oleh bentuk pemerintahan monarki (kerajaan) dan kehidupan agraris.
Para elit ketika itu adalah the king (raja), the prince (kaum bangsawan), dan the land lord (tuan/ pemilik tanah pertanian); rakyat jelata kebanyakan buruh tani misalnya di Rusia disebut sebagai kaum proletar adalah kelompok mayoritas yang hina, hidup susah, dan senantiasa menjadi korban pemerasan kaum elit.

Singkatnya, Sebenarnya yang diterapkan di Bali saat ini bukanlah sistem Kasta melainkan Sitem Warna atau yang lebih dikenal dengan Catur Warna yang meliputi:

  1. Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang ke-Tuhanan disebut Brahmana.
  2. Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang pemerintahan disebut Kesatria.
  3. Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang perekonomian disebut Wesya.
  4. Orang yang berbakat, berkualitas, dan bekerja di bidang pelayanan disebut Sudra.

Jika anda ingin mengetahui lebih dalam tentang Kasta atau segala hal yang berhubungan dengan agama hindu, silahkan mengunjungi website yang benar-benar membahas secara professional mengenai hal tersebut. Atau silahkan klik disini

Disini kita tidak akan membahas begitu jauh tentang catur warna, dan kembali lagi ke topik utama kita yaitu mengenai “mengapa banyak orang yang bernama Made di Bali?”

Dalam golongan masyarakat Sudra khususnya, pemberian nama berdasarkan pada nomer kelahiranya. Jika terlahir sebagai anak pertama akan diberikan nama Wayan atau Putu atau Gede, anak kedua diberikan nama depan Made atau Nengah atau Kadek, anak ketiga Nyoman atau Komang, dan anak keempat diberi nama Ketut.
Sudah tentunya nama lengkap atau nama aslinya akan ditambahkan dibelakangnya, contohnya Made Agus, Wayan Koplar, Nyoman tilem, dan sebagainya.

Jika kita membaca sebuah nama yang dilengkapi dengan titel di depan, seperti misalnya Ida Bagus Made Wijaya, kita bisa ketahui bahwa orang itu berasal dari karta brahmana, merupakan anak kedua dari keluarga tersebut.

Namun seiring berkembangnya jaman globalisasi dan kemungkinan juga dipengaruhi oleh budaya barat, beberapa orang sudah mulai meninggalkan tradisi ini, dan memberikan nama kepada anak-anaknya seperti nama orang asing antara lain Micle, Cristoper, Michele dan sebagainya.

Begitulah sedikit ulasan mengenai Nama Nama Orang Bali. Semoga bermanfaat icon smile Mengapa banyak sekali ada nama Made di Bali?

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin