Upacara Ngaben di Bali

3358 views

upacara ngaben di baliInilah salah satu tradisi dan budaya yang sangat menarik bagi para wisatawan yang datang ke Bali. Upacara ngaben di Bali adalah salah satu dari banyaknya jenis upacara adat di Bali yang merupakan bagian dari pada upacara “Manusa Yadnya” (Katagori upacara keagamaan di Bali dibagi menjadi 5 bagian yang dikenal sebagai “Panca Yadnya” yaitu: Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, Buta Yadnya, Pitra yadnya, dan Rsi yadnya). Tetapi disini kita akan mengulas khusus tentang upacara ngaben di Bali.

Tujuan dari Upacara Ngaben di Bali.

Upacara ngaben di Bali wajib hukumnya bagi setiap pemeluk agama hindu, karena ini merupakan rentetan terakhir dari semua upacara yang dipersembahkan untuk manusia. Kami (red: hindu Bali) meyakini adanya reincarnasi atau adanya kehidupan kembali/terlahir kembali. Dan juga yakin bahwa tubuh manusia dibagi menjadi 5 unsur yaitu Pertiwi (tanah), Apah(air), Teja (api), Bayu (udara), dan Akasa(ruang hampa). Dengan tujuan mengembalikan 5 unsur tersebut dilakukanlah upacara ngaben. Ketika semua unsur telah kembali ke asalnya maka kesempatan untuk terlahir kembali atau reincarnasi akan kita dapatkan. Tetapi ini juga tergantung daripada karma orang itu sendiri.

Jenis-jenis upacara ngaben di Bali

Prosesi upacara ngaben, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Banyaknya sesajen yang harus dipersiapkan dan juga kentalnya tradisi suka duka masyarakat Bali tentunya akan banyak orang yang datang utnuk membantu mempersiapkan kebutuhan upacara ataupun hanya sekedar datang untuk berbela sungkawa, dan pemilik hajatan tentunya juga harus mempersiapkan biaya konsumsinya.
Dan kita sadari pastinya tidak semua masyarakat hindu Bali, hidup berkecukupan. Oleh karena itu secara ekonomi upacara ngaben di Bali, dibagi menjadi 2 kategori yaitu Ngaben Pribadi dan Ngaben Masal.

  • Ngaben Pribadi
    Ini tentunya hanya bisa dilakukan oleh mereka yang dari segi ekonomi termasuk mampu. Dan pada umumnya ngaben pribadi dilakukan langsung ketika ada salah satu dari keluarga yang meninggal. Dan jenasah tentu akan disemayamkan dulu selama beberapa hari di rumah sambil mempersiapkan segala kebutuhan dari acara ngaben tersebut. Disamping itu “hari baik” juga harus di bicarakan sama yang mengerti akan hal itu. Dan ketika saatnya tiba masyarakat akan secara beramai-ramai ikut membantu prosesi upacara sampai selesai.
  • Ngaben Masal
    Setiap desa adat di Bali mempunyai aturan berbeda untuk tradisi upacara ngaben masal. Ada yang melakukan setiap 5 tahun sekali, ada setiap 7 tahun dan bahkan setiap 10 tahun. Bagaimana pelaksanaan dari ngaben masal ini? Seperti namanya masal tentu akan melibatkan banyak jenasah yang akan di prosesi secara bersama-sama. Lho kok bisa? apakah mereka meninggal secara bersamaan? tentu tidak, dibali juga pasti sering di jumpai adanya acara penguburan ketika ada masyarakat yang meninggal, nah.. inilah yang biasa dilakukan buat mereka yang belum siap untuk melakukan upacara ngaben di Bali, mereka akna mengubur jenasah keluarganya di kuburan desa. Selanjutnya ketika Desa adat tersebut mempunyai acara ngaben masal, jenasah-jenasah tersebut akan di bongkar kembali dan tulang-tulang yang tersisa akan dikumpulkan untuk dilakukan upacara ngaben. karena dilakukan oleh banyak orang tentunya biaya yang dibutuhkan juga akna dibagi, sehingga prosesi ngaben bisa dilakukan oleh setiap masyarakat hindu di Bali.

Prasarana upacara ngaben di Bali

upacara ngaben di bali

Ngaben tidak simple hanya membakar jenasah saja. Banyak sarana utama yang wajib di persiapkan sebelumnya, seperti wadah/bade; sebuah replika yang dibuat dari kayu menyerupai pagoda dihiasi dengan ukiran kertas warna warni yang digunakan sebagai tempat untuk membawa jenasah dari rumah duka ke tempat pembakaran/kuburan. Inilah yang biasanya digotong secara beramai-ramai dan diringi dengan musik gambelan Bali (bleganjur). Disamping itu satu lagi yang sangat penting yaitu lembu, patung yang menyerupai lembu yang digunakan untuk tempat membakar jenasah. Jadi setelah sampai dikuburan jenasah akan dipindahkan ke dalam “lembu” untuk selanjutnya dilakukan pembakaran. Dan sesajen tentunya juga merupakan hal pendukung yang sangat penting demi terlaksananya prosesi upacara ngaben di bali ini.

Proses selanjutnya setelah pembakaran jenasah

Upacara ngaben di Bali tidak hanya berhenti sampai jenasah selesai dibakar. Secara ringkas dapat dijelaskan yaitu:
Dilanjutkan dengan membuang abu jenasah yang sudah selesai dibakar ke laut . Kemudian proses penempatan roh pada sebuah simbol dan simbol ini di bawa untuk di sembahyangkan di pura-pura besar seperti Pura Besakih, Pura Goa Lawah, Pura lempuyang sebelum terakhir ditempatkan di pura keluarga dari pemilik hajatan.
Itulah rangkaian singkat dari prosesi Ngaben di Bali. Jika anda ingin mengetahui jauh lebih dalam, silahkan dapatkan informasinya dari sumber-sumber yang terpercaya di Bali lainya.