Kontak

Office:
Telp. (0361) 748 0096
Office hour
09.00-17.00 wita
Senin-sabtu
Minggu: off

E-mail: [email protected]

Ms.Novi :
Pin BB :2AC57949
Hp. 087 861 951 299

Ms.Linda :
Pin BB :29799A09
Hp. 085 739 589 826

Made Sudiasa:
Pin BB : 32D7420C
Hp. 081 755 4471

Upacara Potong Gigi di Bali, apa itu?

Upacara potong gigi di BaliUpacara potong gigi di Bali, adalah salah satu rangkaian kegiatan upacara untuk “manusa yadnya” (Upacara keagamaan untuk manusia). Disebut juga Mepandes/Metatah/mesangih, dan boleh dilaksanakan pada anak yang sudah menginjak dewasa. Dalam kepercayaan agama hindu, helatan ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk yang ada dalam manusia yang dikenal dengan Sad Ripu, antara lain: Hawa nafsu, Rakus/Tamak/keserakahan, Angkara murka/kemarahan, Mabuk membutakan pikiran, Perasaan bingung, dan Iri hati/ dengki.

alam pelaksanaanya, upacara potong gigi di Bali tidak seserem namanya, Potong Gigi bukan berarti giginya dipotong melainkan hanya dikikir rata, 6 deretan gigi atas termasuk taring, sebagai simbol pembersihan sifat-sifat buruk yang dijelaskan diatas. Pada umumnya acara unik ini dirangkaikan dengan upacara keagamaan lainya seperti Ngaben atau Pernikahan. Dan biasanya dilaksanakan secara bersama-sama dengan sanak keluarga yang sudah menginjak dewasa dan yang belum pernah melakukan upacara ini tentunya.

Sesungguhnya upacara potong gigi di Bali merupakan kewajiban dari orang tua kepada anak-anaknya, karena maknanya adalah sudah sepantasnya orang tua memberikan petuah yang baik agar sifat-sifat jelek yang ada pada anak-anaknya bisa dikendalikan. Salah satu pantangan untuk mengikuti acara ini adalah wanita yang sedang hamil. Dan dalam kesempatan tertentu upacara ini bisa dilaksanakan secara massal. (bersama-sama dalam satu desa).

Rangkaian Upacara Potong Gigi di Bali :

  • Setelah sulinggih ngarga tirta,mereresik dan mapiuning di Sangah Surya,maka mereka yang akan mepandes dilukat dengan padudusan madya,setelah itu mereka memuja Hyang raitya untuk memohon keselamatan dalam melaksanakan upacara.
  • Potong rambut dan merajah dilaksanakan dengan tujuan mensucikan diri serta menandai adanya peningkatan status sebagai manusia yaitu meningalkan masa anak-anak ke masa remaja.
  • Naik ke bale tempat mepandes dengan terlebih dahulu menginjak caru sebagai lambing keharmonisan,mengetukkan linggis tiga kali (Ang,Ung,Mang) sebagai symbol mohon kekuatan kepada Hyang Widhi dan ketiak kiri menjepit caket sebagai symbol kebulatan tekad untuk mewaspadai sad ripu.
  • Selama mepandes,air kumur dibuang di sebuah nyuh gading afar tidak menimbulkan keletehan.
  • Dilanjutkan dengan mebiakala sebagai sarana penyucian serta menghilangkan mala untuk menyongsong kehidupan masa remaja.
  •  Mapedamel berasal dari kata “dama” yang artinya bijaksana.Tujuan mapedamel setelah potong gigi adalah agar si anak dalam kehidupan masa remaja dan seterusnya menjadi orang yang bijaksana,yaitu tahap menghadapi suka duka kehidupan,selalu berpegang pada ajaran agama Hindu,mempunyai pandangan luas,dan dapat menentukan sikap yang baik, karena dapat memahami apa yang disebut dharma dan apa yang disebut adharma.Secara simbolis ketika mepadamel,dilakukan sebagai berikut :
    • Mengenakan kain putih,kampuh kuning,dan selempang samara ratih sebagai symbol restu dari Dewa Semara dan Dewi Ratih (berdasarkan lontar Semaradhana tersebut).
    • Memakai benang pawitra berwarna tridatu (merah,putih,hitam) sebagai symbol pengikatan diri terhadap norma-norma agama.
    • Mencicipi Sad rasa yaitu enam rasa berupa rasa pahit dan asam sebagai simbol agar tabah menghadapi peristiwa jehidupan yang kadang-kadang tidak menyenangkan,rasa pedas sebagai simbol agar tidak menjadi marah bila mengalamai atau mendengar hal yang menjengkelkan,rasa sepat sebagai symbol agar taat ada peraturan atau norma-norma yang berlaku,rasa asin sebagai simbol kebijaksanaan,selalu meningkatkan kualitas pengetahuan karena pembelajaran diri,dan rasa manis sebagai symbol kehidupan yang bahagia lahir bathin sesuai cita-cita akan diperoleh bilamana mampu menhadapi pahit getirnya kehidupan,berpandangan luas,disiplin,serta enantiasa waspada dengan adanya sad ripu dalam diri manusia.
  •  Natab banten,tujuannya memohon anugerah Hyang Widhi agar apa yang menjadi tujuan melaksanakan upacara dapat tercapai.
  • Metapak, mengandung makna tanda bahwa kewajiban orang tua terhadap anaknya dimulai sejak berada dalam kandungan ibu sampai menajdi dewasa secara spiritual sudah selesai,makna lainnya adalah ucapan terima kasih si anak kepada orang tuanya karena telah memelihara dengan baik,serta memohon maaf atas kesalahan-kesalahan anak terhadap orang tua,juga mohon doa restu agar selamat dalam menempuh kehidupan di masa datang.

 

Mau Update terbaru?
Sponsor



style="display:inline-block;width:190px;height:250px"
data-ad-client="ca-pub-9070001786913100"
data-ad-slot="5488418733">