Beranda » Objek Wisata Bali » Misteri Desa Trunyan Yang Susah Difahami

Apa yang ada dibenak anda ketika mendengar nama Desa Trunyan? sebuah desa di Bali yang memiliki tata cara pemakaman sangat unik. Pada umumnya di tempat lain ketika ada orang yang meninggal akan dimakamkan dengan cara dikubur ataupun dikremasi. Tidak halnya demikian di Desa Trunyan, mereka hanya meletakkan jenazah di bawah pohon besar, anehnya tidak tercium bau busuk disana. Inilah yang saya sebut sebagai sebuah misteri.

Desa Trunyan

Lokasi Desa Trunyan Bali

Desa Trunyan Bali terletak di kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli. Lokasinya yang terisolir dari desa lainnya, karena berada di seberang danau dan dikelilingi perbukitan yang tinggi. Yang menjadi daya tarik wisatawan disini adalah Kuburannya, dan untuk dapat sampai disana kita harus menyebrang menggunakan motor boat selama kurang lebih 30 menit.

Dari kawasan wisata Kuta Kira-kira selama 2 jam, menuju desa Penelokan Kintamani dimana kita dapat melihat indahnya pemandangan gunung dan danau Batur. Dari sini kita akan turun menuju desa Kedisan, nah dari sinilah kita akan menyeberang menuju Desa Trunyan. Loket resmi penjualan tiket boat dari pemkab Bangli sudah tersedia disana, sehingga tidak perlu khawatir lagi dengan berita-berita ‘nakal’ dari sopir boat yang ngerjain penumpangnya. Untuk harga tiket akan disesuaikan dengan jumlah penumpangnya.

desa trunyan

Daya Tarik Wisata Desa Trunyan Bali

Ketika kita sampai di kuburan Desa Trunyan, hal pertama yang akan kita lihat adalah sebuah pohon besar, pohon ini yang dikenal dengan nama Taru Menyan, yang mana Taru berarti Pohon dan Menyan artinya harum, dari sinilah asal nama desa Trunyan. Dan konon karena adanya pohon inilah sehingga bau mayat yang sudah membusuk disana tidak mengeluarkan bau tak sedap. Dan memang lokasi kuburannya tepat berada di bawah pohon ini.

Sebenarnya disana terdapat 3 tempat kuburan yang dibagi berdasarkan penyebab kematian warga masyarakat disana.

  • Seme (kuburan) Wayah diperuntukan bagi mereka yang meninggal secara wajar.
  • Seme (kuburan) Bantah bagi mereka yang meninggal belum waktunya seperti kecelakaan, gantung diri, penyakit menular dan sejenisnya.
  • Seme Rare (kuburan anak-anak) tentunya dikhususkan untuk bayi dan anak-anak.

Dan yang menjadi daya tarik wisata adalah Seme Wayah, karena cara pemakaman jenazah disana sangat unik yaitu dengan dibaringkan diatas tanah, dibungkus dengan kain dan di kelilingi ancak saji (belahan bambu). Anehnya tidak tercium aroma yang jelek sedikitpun disana. Itulah yang menjadi misteri yang sampai saat ini sangat susah difahami. Mungkin benar adanya pohon Taru inilah yang menghisap aroma tak sedapnya, atau mungkin juga ditambah dengan kawasan ini berada di pegunungan dengan cuaca yang dingin. Entahlah.. yang pasti sangat unik dan mistierius.

Desa Trunyan

Desa Trunyan termasuk desa Bali Aga

Bali aga artinya penduduk yang diyakini asli orang Bali, bukan keturunan dari zamannya kerajaan majapahit. Sangat beralasan dimana tradisi yang mereka miliki disana tidak sama dengan masyarakat Hindu Bali pada umumnya. Mereka tidak mengenal istilah Ngaben seperti halnya desa lain di Bali. Tentunya pemerintah dalam hal ini tidak berhak intervensi dengan aturan adat yang mereka punya.

Baca juga: Upacara Ngaben di Bali

Jika dikelola dengan tepat desa Trunyan akan mampu menjadi desa yang mempunyai pendapatan daerah yang tinggi seiring berkembangnya pariwisata Bali saat ini. Karena kita tidak akan pernah menemukan hal yang sama di daerah lain di Bali, bahkan mungkin di dunia.

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.