Beranda » Tradisi dan Budaya » Upacara Ngaben – Tradisi Unik Masyarakat di Bali

Upacara ngaben adalah salah satu tradisi unik masyarakat hindu di pulau Bali. Secara simple kita mengetahui ini merupakan upacara pembakaran mayat, tetapi jika kita masuk untuk mengetahuinya lebih dalam ada banyak sekali makna yang terdapat di dalamnya.

Tujuan dan makna upacara ngaben

Sebelum kita lanjut mengenai Upcara ngaben, disini saya (red: penulis) akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai Yadnya atau Persembahan yang merupakan dasar dari tradisi-tradisi rutin umat hindu Bali.
Ada 5 jenis persembahan yang dikenal sebagai Panca Yadnya yaitu:

  • Dewa Yadnya.
    Ini adalah upcara atau persembahan yang di lakukan untuk Tuhan, contohnya: Upcara di pura-pura, sembahyang tiap hari dan semua yang berkaitan kepada Tuhan.
  • Pitra Yadnya.
    Yadnya atau persembahan untuk para leluhur atau roh manusia yang sudah meningakan kita, salah satunya adalah upacara ngaben.
  • Rsi Yadnya
    persembahan untuk para Rsi, Sulinggih, Yang biasanya memimpin upacara yang ada di agama hindu.
  • Manusa Yadnya
    Ini adalah yadnya untuk manusia, antara lain, upacara tiga bulanan, otonan/enam bulan, potong gigi.
  • Butha Yadnya
    Hindu di Bali juga percaya dengan adanya Butha Kala, dimana untuk keseimbangan alam semesta kita juga wajib memeberikan persembahan kepada mereka, dengan tujuan supaya kehidupan kita tidak terganggu olehnya.

Dengan ini bisa dijelaskan lebih spesifik apa tujuan dan makna dari pada upacara Ngaben di Bali. Dalam tradisi Hindu Bali, tujuan upacara ngaben yaitu untuk mengembalikan 5 unsur yang terkandung didalam tubuh manusia terdiri dari: Pertiwi (tanah), Apah (Air), Teja (api), Bayu (udara) dan Akasa (ruang hampa). Dan kami yakini ketika semuanya sudah kembali ke asalnya masing-masing, sang atma (roh) manusia yang meninggal tersebut akan bisa bisa menyatu dengan Brahman (penciptanya). Dan selanjutnya baru bisa terlahir kembali yang mana kita kenal sebagai reincarnasi (kelahiran kembali).

upacara ngaben

Yang Unik Lainnya silahkan baca: Upacara Potong Gigi apa sebenarnya?

Benarkah Upacara Ngaben di Bali membutuhkan biaya yang mahal?

Ketika kita berada di Bali ada kalanya kita pasti pernah melihat warga masyarakat yang sedang mengantar jenazah untuk di kubur di kuburan setempat, mengapa? bukankah ngaben wajib dilakukan?  ini pertanyaan yang sangat masuk akal. Pelaksanaan upacara Ngaben di Bali membutuhkan biaya yang sangat tinggi, ini disebabkan oleh kebutuhan sesajen maupun konsumsi, karena seluruh rangkaian upacara ini tidak bisa selesai salam satu hari. Bisa kita lihat bentuk gotong royong masyarakat di Bali dalam melaksanakan kegiatan tradisi. Disinilah akan memunculkan biaya untuk itu. Kita juga tentunya sangat yakin tidak semua masyarakat hindu di Bali adalah orang-orang yang kaya, sehingga untuk dapat melaksanakan upacara ngaben bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu:

  • Ngaben Mandiri atau Langsung
    Ini biasanya dipilih oleh orang-orang mampu dari segi ekonomi, karena seluruh rangkaian upacara ngaben disini akan mengeluarkan biaya sendiri bersama keluarganya, dan ini dilakukan langsung ketika ada keluarga yang meninggal.
  • Ngaben Massal atau bersama-sama.
    Di setiap desa adat di Bali mempunyai awig-awig (peraturan) khusus dalam pelaksanaan upacara ngaben. Pada umumnya di masing masing desa akan mengadakan acara ngaben massal setiap 5 tahun sekali, atau mungkin bahkan ada yang 10 tahun sekali. Nah inilah yang biasanya menjadi opsi bagi masyarakat yang kurang mampu. Karena biaya yang dikeluarkan untuk upacara ngaben bisa dijangkau, mengingat upacaranya dilakukan secara bersama-sama.

Rangkaian pelaksanaan upacara ngaben

Disini akan saya rangkum secara garis besarnya saja. Pelaksanaam upacara ngaben di Bali di awali dengan:

  • Ngagah (membuka), ini biasanya dilakukan pada saat acara ngaben masal, bagi yang pada saat meninggal  dan mayatnya hanya dikubur, inilah prosesi awal yang akan dilakukan, bagian tubuh yang tersisa akan diangkat kembali dan kemudian dirangkai lagi  diposisinya masing-masing.
  • Nyiramang (mandi/pembersihan), memandikan jenazah dan kemudian dilanjutkan untuk dimasukan kedalam peti, lalu pihak keluarga akan melakukan persembahyangan untuk memohon agar arwah yang meninggal dapat diberi petunjuk menuju ke maha pencipta.
  • Menuju Kuburan, Dengan sarana Bade (menara pengusung jenazah) warga akan bergotong royong menuju kuburan yang diiringi dengan musik Bali/ bleganjur.
  • Pembakaran Jenazah, tiba dikuburan, jenazah diturunkan dari ‘Bade’ untuk ditaruh ditempat pembakaran, dilanjutkan dengan pembakaran, yang biasanya menggunalkan kompor khusus agar prosesinya bisa cepat.
  • Nganyut (menghanyutkan), setelah upacara pembakaran, dilanjutkan mengumpulkan sisa-sisa pembakaran oleh pihak keluarga, untuk diteruskan ke acara ngayut atau menghanyutkan ke sungai atau laut terdekat.
  • Memukur, merupakan kelanjutan dari upacara ngaben sbg bentuk penyucian atma (roh) fase selanjutnya. memukur adalah penyucian atma agar terlepas dari badan halusnya (suksma sarira) berupa sifat-sifat manusia dan keinginannya sehingga bisa menyatu dengan Sang Pencipta menjadi dewa pitara (roh suci).
  • Meajar-ajar, prosesi ini akan mengantarkan roh dari orang yg sudah diaben untuk sembahyang dibeberapa pura besar seperti pura Besakih, pura Goa lawah, pura Lempuyang, dan ini juga biasa disebut nyegare gunung.
  • Ngelinggihang, prosesi terakhir dari rangkaian upacara ngaben dimana roh atau yang sudah disebut sebagai Dewa Hyang/Dewa pitare akan ditempatkan di pura keluarga yang bersangkutan, dan roh tersebut sudah merupakan roh suci yang akan disembahyangi oleh keluarga masing-masing.

Itulah rangkaian upacara ngaben yang saya fahami sesuai pengetahuan saya, dan saya jelaskan dengan bahasa yang simple, Dan mohon maaf jika pembaca adalah orang yang lebih mengerti mengenai upacara ini, mohon dikoreksi supaya kita bisa membagi pengetahuan bersama-sama.

 

 

 

 

 

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.